Daily Life & Random · Health & Beauty · Kesehatan · Life Talk & Random

Satu Jerawat Berjuta Rasanya

Satu jerawat berjuta rasanya…. Nah kalau lebih dari satu? Ruaaarrr biasyaaaa…

Masalah klise tapi bener-bener bikin pusing tujuh keliling. Kalau datangnya cuma sendiri-sendiri macam jerawat PMS sih gak apa ya. Lah ini mereka gak woro-woro tiba-tiba bawa rombongan sekampung hijrah dan menetap di jidat.

Pernah sih ngalamin wajah berjerawat silih berganti. Tapi itu dulu, jaman SMP. Setelahnya paling cuma 1-2, itu pun cuma saat-saat menjelang menstruasi dan gak sampai 3 hari udah kempes. Nah ini gak tau kenapa, sejak bulan Desember 2016 kok jidat bruntusan. Lama-lama lho kok muncul jerawat. Awalnya tumbuh satu, kempes. Trus muncul satu lagi, kempes. Gantian shift-shift-an jagain jidat. Kirain jerawat M biasa, tapi kok lama-lama malah yang satu belum kering udah nambah lagi nambah lagi. Wah, gak beres ini, nepotisme ini, bawa keluarganya buat kerja shift di jidat gue. Iya, anehnya para jerewi teti itu hanya ada di jidat. Ya salam kesian bgt jidat yang tadinya mulus mengkilap kinclong tiba-tiba bergerinjal penuh jerawat.

Akhirnya coba rutin lagi pakai air tajin a.k.a SK II pitera KW karena selama ini ampuh bikin jerawat PMS kering. Tapi jerawat kali ini imun bowk! Anteng aja dia nangkring. Coba lagi pakai produk Or*fl*me yang untuk kulit berminyak, cocok awalnya, lama-lama lah gak mempan juga. Akhirnya ke apotek minta rekomendasi obat jerewi, dikasih acne gel merek Nourish. Gak enak, Pakai Nourish ini jadi kaya ada lapisan di atas jerawat. Bikin kering jerawat sih, tapi begitu dipake wudhu/cuci muka malah jd kaya berlendir dan kemudian hilang si gel nya. Jerawat? Bersorak sorai ngajak temen-temennya lanjut party.

Beberapa teman nyaranin ke dokter kulit. Tapi ada juga yang menyarankan untuk beli obat apotek dulu, karena katanya level obat berdasarkan tingkat ketajamannya (naon atuh) adalah produk herbal, produk pasaran, produk apotek, baru produk dokter punya. Ya udah coba produk apotek dulu deh siapa tahu cocok, kan mending duitnya dipake jajan bakso daripada ke dokter kulit, dapat berapa mangkok tuh dijamin kenyang haha. Akhirnya cobalah googling dengan keyword “review obat jerawat”. Muncullah nama Benzolac. Boleh deh kita coba beli ya.

Krimnya warna putih, tetapi ketika diaplikasikan sama sekali tidak berwarna. Dan gak seperti Nourish, Benzolac ini cepat menyerap jadi gak meninggalkan rasa lengket ataupun rasa “melapisi” di kulit. Awal-awal saya pakai memang rasanya tidak ada pengaruh, tapi sekitar seminggu pakai, jerawat mulai mengering beserta kulitnya haha. Iya, tadinya karena jerawatnya sejidat, jadi saya olesnya ya sejidat juga. Tapi ketika jidat yang tadinya bagai kilang minyak punya Pertamina menjadi terasa kering bak Gurun Sahara dan beberapa jerawat kecil hilang, saya hanya mengoleskan pada bagian berjerawatnya saja.

Sekitar 3 minggu saya pakai Benzolac, mayoritas jerawat sudah kabur, tinggal noda bekasnya aja. Tapi masih ada 1-2-3 biji yang bertahan kerja part-time jagain jidat. Sabar, sabar, orang sabar pantatnya lebar hahahahaha. Tapi lama-lama ditungguin, kok gak ada perubahan positif sih. Iya sih jerawat lama mulai kering, tapi kok muncul lagi muncul lagi. Mana kulit jadi kering pula. Belum lagi klan jerawat mulai ekspansi bisnis properti ke daerah rahang dan kemudian membentuk koloni baru di sana. Alamak gateeeeel.

Hah. Menyerah sudah. Memang segala permasalahan itu harus diserahkan pada ahlinya. Erha I’m coming… Siapkan mental ah, pasti diceramahin dokter gegara udah bertahun-tahun gak pernah melipir erha. Giliran lagi bermasalah aja datang, macam orang yang ngaku teman padahal datang cuma pas ada butuhnya aja hihihi.

Advertisements

One thought on “Satu Jerawat Berjuta Rasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s